Ibnuharun


Merahkan Stadion Bukit Jalil
Desember 22, 2010, 5:34 pm
Filed under: Uncategorized

Merahkan Stadion Bukil Jalil

Hermanto Harun

Nampaknya perhelatan laga final sepak bola AFF Suzuki 2010 taggal 26/12/2010 akan berjelan seru. Pertandingan final antara Tim Garuda Indonesia melawan Harimau Malaya Malaysia dalam pertandingan leg pertama di stadion Bukit Jalil akan sedikit menguras emosi. Soalnya, pertandingan ini tidak hanya persoalan laga bola di lapangan hijau, namun juga menyentuh sentimen kebangsaan dua negara serumpun yang belakangan ini sering berseteru. Laga bola terasa mewakili deretan emosionalitas perseteruan kedua negara. Bola seolah menjadi representasi dari persinggungan politik, ekonomi, dan budaya dari kedua rumpun bangsa.

Bagi masyarkat Indonesia di Malaysia, final Ina vs Mly ini seolah injeksi nasionalisme baru. Apalagi dengan kepercayaan diri Timnas yang berhasil menaklukkan Malaysia 5-1 dalam pertandingan semifinal tempo hari di Gelora Bung Karno Jakarta. Pokoknya kita merahkan stadion Bukit Jalil, kita Senayan-kan Bukit Jalil, komentar para mahasiswa Indonesia dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM).

Ketika Tim Garuda bertarung melawan skuad Azkal Filipina, para mahasiswa UKM dan tenaga kerja berjibun ‘Nobar’ di Restoran Shaker dan Singgalang. Dua kedai makan ini memang sering memberi fasilitas “Nobar”, karena pelanggan mereka umumnya para Mahasiswa Indonesia di UKM dan masyarakat TKI di sekitar Hentian Kajang, Malaysia. Semoga Tim Garuda Indonesia sampai ke final, sehingga bisa menghajar tim Malaysia. Begitu umumnya harapan besar mereka.

Gelegar kemenangan Timnas hingga sampai ke puncak laga final melawan Malaysia, sepertinya mensupport getaran nasionalitas anak bangsa di negeri jiran. Seolah derajat harga diri menguat, dan semangat kebangsaanpun seakan melebur dalam tendangan Gonzaless. Rasa optimisme anak bangsa seakan menyatu dengan senyuman Okto di lapangan hijau. bersinergi dengan semangat Nasuha, Bustomi dan Firman Utina, juga tetap bersinergi dengan kearifan Bambang Pamungkas. Walaupun, dipihak Malaysia tetap saja menyela “Ikat sayap Indonesia di Bukit Jalil, kata K Rajagobal, juru latih Tim Malaysia (Utusan online22/12/2010).

Dalam perhelatan final nanti, Pihak Kedutaan Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menghimbau kepada masyarakat Indonesia di Malaysia, khususnya yang berada di Kuala Lumpur untuk menyaksikan laga final ini. Bahkan, semua Kampus Malaysia yang terdapat Mahasiswa Indonesia, mendapat jatah 1 bus gratis untuk menuju Stadion Bukit Jalil. Wlau tidak mencukupi, tapi demi semangat kebangsaan, mereka tetap akan pergi, bahkan beberapa hari ini, pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) tambak sibuk mengurus rekan-rekan mahasiswa yang berkeinginan menyaksikan pertndingan laga nanti. Mengingat jatah kursi bagi fans Garuda hanya 15.000 saja.

Antusias masyarakat Malaysia-pun tak kalah gentar. Mereka akan mengirim tujuh puluh ribu fans Tim Harimau Malaya. Bahkan pertandingan final ini akan disiarkan lansung di dua TV Malaysia, TV1 dan TV 2. Karena pertandingan ini mendapat perhatian warga negaraMalaysia dan bukan perlawanan biasa, ungkap Menkominfo Malaysia, Datuk Rais Yatim, di Istana Budaya (IB) Kuala Lumpur.

Tak kurang dari itu, Berita Harian Malaysia juga menyuguhkan judul “Ayo Sikat Indonesia”. ucap Asra, seorang pemain bawah Tim Harimau Malaya. Nampaknya mereka sudah geram dan tak sabar lagi untuk menaklukkan Tim Garuda di Bukit Jalil. Sikap percaya diri Tim Malaysia ini menguat, ketika mereka mampu memulangkan Timnas Vietnam ke Hanoi. Didikan Rajagobal perlu melakukan permainan seperti menghadapi Vietnam, ketika berhadapan dengan Tim Garuda Indonesia. Ujar K Sambagamaran, mantan ketua Tim Malaysia tahun 1996 lalu.

Laga dua tim nasional negara serumpun ini, jelas semakin menghangat dan seru, karena gelinding bola di stadion akan mengarah kepada harga diri anak bangsa. Apatah lagi bagi Indonesia, kemenangan di laga final melawan Malaysia ini setidaknya bisa mengobati kekesalan yang selama ini mengiang dalam rasa takut dan kerendahan status sosial. Rasa kerendahan itu nanti semakin sirna dengan kemenagan Timnas dan membahananya lagu Garuda di Dadaku di stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur. Tapi, namanya juga pertandingan bola, sesuai dengan bentuk bola sendiri yang mengelinding bulat, susah ditebak kemana arah gol nya. Yang penting sportifitas tetap terjaga. Dimana bumi dipijak distu langit djunjung, kata pepatah melayu. Hidup Garuda.

Hentian Kajang, 44-2b, 22-12-2010, jam 1, 25 WM


1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar

selama wasit tidak membela malaysia dan selama pssi dengan manila mau menolak sogokan perjudian malaysia agar timnas bermain mengalah indonesia jelas pasti menang!
sudah jelas kita bantai malaysia 5-1 dan itu bukan angka yang kecil!
INDONESIA PASTI MENANG!

Komentar oleh Haykal




Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.