<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ibnuharun</title>
	<atom:link href="http://herman1976.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herman1976.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Dec 2011 15:09:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='herman1976.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ibnuharun</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://herman1976.wordpress.com/osd.xml" title="Ibnuharun" />
	<atom:link rel='hub' href='http://herman1976.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dilema Sosiologis Candi Muaro Jambi</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2011/10/10/dilema-sosiologis-candi-muaro-jambi/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2011/10/10/dilema-sosiologis-candi-muaro-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 09:24:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Dilema Sosiologis Candi Muaro Jambi Hermanto Harun* Kedatangan SBY ke Provinsi Jambi (23/09/2011) dan sempat menginap dua hari, menabuhkan beberapa pertanyaan dikalangan awam, mengingat peristiwa bersejarah tersebut langka terjadi, baik dalam skala nasional, apalagi dalam dinamika politik lokal. Tapi, kesimpulan umum dari kehadiran SBY di Jambi tersebut, setidaknya semakin menambah kepercayaan diri masyarakat Jambi sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=239&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dilema Sosiologis Candi Muaro Jambi</p>
<p>Hermanto Harun*</p>
<p>Kedatangan SBY ke Provinsi Jambi (23/09/2011) dan sempat menginap dua hari, menabuhkan beberapa pertanyaan dikalangan awam, mengingat peristiwa bersejarah tersebut langka terjadi, baik dalam skala nasional, apalagi dalam dinamika politik lokal. Tapi, kesimpulan umum dari kehadiran SBY di Jambi tersebut, setidaknya semakin menambah kepercayaan diri masyarakat Jambi sebagai bagian yang terintegrasi dalam wilayah NKRI, bahwa Jambi layak diperhitungkan, baik dalam bingkai sosial,ekonomi, budaya maupun politik.</p>
<p>Dalam agenda kunjungan Presiden ke Jambi itu, kehadiran SBY dan berpidato di lokasi percandian Muaro Jambi, sekaligus meresmikan candi Muaro Jambi sebagai kawasan wisata terpadu, menjadi menarik untuk diinterpretasi. Hal yang menarik tersebut bukan pada fitur sejarah itu sebagai objek wisata, atau mengingkari candi itu sebagai warisan keagamaan Budha. Karena, entitas candi Muaro Jambi sebagai objek sejarah yang berlatar keagamaan Budha merupakan fakta sejarah. Semua itu tak mungkin dirubah, karena fakta itu menyimpan pesan dan pelajaran untuk generasi selanjutnya. Dengan demikian, mengingkari fakta sejarah candi Muaro Jambi sebagai warisan sejarah Budha merupakan penyimpangan akademis yang mengaburkan makna sejarah itu sendiri. </p>
<p>Persoalannya kemudian yang menarik untuk diinterpretasikan adalah, dengan ditanamnya beberapa pohon yang berciri-khaskan Budha dan kehadiran banyak Bikhu ketika peresmian tersebut, setidaknya menimbulkan kesan minus, bahkan memproyeksikan problematika sosiologis tersendiri tentang eksistensi candi Muaro Jambi. Maksud penulis, jika candi Muaro Jambi diletakkan dalam koridor fitur sebagai fakta sejarah, tentu hal ini adalah realitas. Dalam perspektif ini, tentu peresmian candi Muaro Jambi sebagai kawasan wisata terpadu manjadi patut untuk diapresiasi. Bahkan, keberadaannya sebagai cagar peninggalan sejarah bisa merekonstruksi kebenaran sejarah yang ditulis tentang Sriwijaya. Dengan meneliti kembali, berdasarkan situs Muaro Jambi, bisa dijadikan bukti bahwa apakah benar kerajaan Sriwijaya itu berpusat di Palembang, atau justru semua itu berawal dari Jambi.  </p>
<p>Lagi-lagi semua itu tafsiran sejarah masa lampau, yang menurut Naqieb al-Attas, sebagai “sifat sejarah menurut orang, ibarat pentas bermain wayang”. Tafsiran ini jelas tidak mungkin terlepas dari unsur subjektifitas, baik secara emosionalitas, struktur maupun sosial politik. Objektifitas penafsiran sejarah, bahkan kadang dilegitimasikan oleh keputusan politik melalui kebijakan kekuasaan. Dengan itu, alih-alih menyajikan interpretasi sesuai fakta, legitimasi kekuasaan politik justru banyak sekali mendistorsi sejarah. Karena memang, interpreasi sejarah sangat mungkin diarahkan kepada kepentingan legalitas pemegang kekuasaan itu sendiri. Dari sini terjadinya simbiosis mutualisitk antara tafsiran sejarah dengan pemangku kekuasaan.</p>
<p>Pembahasan persoalan candi Muaro Jambi di sini bukan terletak pada interpretasi sejarah fitur tersebut, namun, lebih kepada bagaimana kepentingan kekuasaan memproyeksikan fitur itu sebagai alat kapitalisasi sumber ekonomi daerah, di waktu yang sama, akan berbenturan dengan nilai budaya melayu masyarakat sekitar kawasan candi. Budaya melayu sudah tentu bernafaskan Islam, mengingat, istilah melayu sendiri merupakan muradif (persamaan) dari Islam itu sendiri. Dari itu jelas ditolak, jika ada angggapan, bahwa candi Muaro Jambi sebagai peninggalan sejarah melayu.     </p>
<p>Ketika candi Muaro Jambi dijadikan kawasan wisata terpadu, maka hal-hal yang mendukung untuk kepentingan wisata itu jelas akan diwujudkan. Kemudian, atribut budaya yang berafiliasi dengan faham keberagamaan mengitarinya. Juga, segala prosesi keagamaan yang berhubungan dengan ini tentunya menjadi “sunnah muakkad” untuk dilestarikan. Jika demikian, maka semua ini tentu akan menjadi problematika sosiologis yang memerlukan pendekatan yang arif dan serius. Pernyataan bukan berarti anti terhadap pluraritas, baik budaya maupun agama. Namun masalahnya, dalam konteks kawasan candi Muaro Jambi, persoalannya tentu berbeda dengan kawasan candi lain, misalnya candi Borobudur yang barangkali, budaya masyarakat persekitaran candi tersebut mempunyai keseragaman faham dengan ritualitas ‘ideologi’ percandian. </p>
<p>Sementara, masyarakat dipersekitaran kawasan candi Muaro Jambi sudah memiliki suatu format budaya,yang nota-benenya sudah berbeda dengan ideologi dan budaya percandian. Hal ini karena masyarakat di sekitar candi tersebut sudah memiliki identitas budaya tersediri, yaitu budaya melayu yang sudah sangat kental afiliasinya dengan budaya Islam. Dalam paradgima melayu, keyword untuk bergabung dengan budaya melayu adalah Islam. Karena itu, dimana-pun, melayu adalah identitas budaya yang sekaligus juga menjadi identitas agama. Maka, ketika sudah memeluk Islam, maka dengan sendirinya seseorang tersebut disebut melayu. Sebaliknya, jika non muslim, maka tidak berhak untuk mengakui identitas melayu. </p>
<p>Meskipun demikian, walau budaya melayu bersifat ekslusif dalam hal keagamaan (ketauhidan), namun dalam hubungan sosial-masyarakat, justru malayu sangat terbuka. Bahkan, inklusifitas melayu terkadang menjadi titik kelemahan yang akhirya menjadi lubang yang perlahan berubah menjadi kuburan, yang pada akhirnya sikap insklusifitas itu megantarkan komunitas melayu menjadi penonton “permainan” di kandangnya sendiri.  </p>
<p>Dari perspektif inilah, peresmian candi Muaro Jambi sebagai kawasan wisata terpadu nasional patut untuk dipelajari dengan seksama. Paling tidak, jangan sampai kawasan objek wisata tersebut menjadi gerbang masuknya virus-virus yang akan menghancurkan sosio-relegiusitas masyarakat melayu yang sudah mapan dengan budaya dan keagamaannya. Soalnya, peralihan masyarakat persekitaran candi Muaro Jambi yang&#8211;dulunya mungkin&#8211;Hindu Budha kepada budaya melayu Islam, jelas bukanlah perjuangan dakwah yang sepele dan mudah. Meskipun disepakati, bahwa penyebaran Islam nusantara secara umum dilakukan dengan dakwah bil-hikmah, damai dan penuh toleran.</p>
<p>Akhirnya, harapan besar melayu Jambi adalah bagaimana fitur candi Muaro Jambi tersebut hanya sebatas fakta sejarah yang layak untuk dijadikan i’tibar bagi manusia dalam perjalan hidup selanjutnya. Artinya, jadikan kawasan candi tersebut sebatas lokasi wisata, ukan dijadikan ‘sarana’ untuk  menghidupkan budaya, apalagi agama yang berideologi percandian. Sebab dikhawatirkan nantinya, jika candi selalu mendapat perhatian dan dana pemugaran, di saat yang sama tempat ibadah masyarakat melayu diterlantarkan dan ditenggelamkan menjadi cagar purbakala. Na’uzubillah!              </p>
<p>*Staf Puslit dan Dosen IAIN STS Jambi. Peserta Diklat Sejarah Kesultanan Nusantara PUSDIKLAT Kemenag RI 2011<br />
<a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/10/candi-muaro-jambi.jpg"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/10/candi-muaro-jambi.jpg?w=420" alt="" title="candi muaro jambi"   class="alignleft size-full wp-image-246" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=239&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2011/10/10/dilema-sosiologis-candi-muaro-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/10/candi-muaro-jambi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">candi muaro jambi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ghirah Baru IAIN STS Jambi</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2011/10/05/ghirah-baru-iain-sts-jambi/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2011/10/05/ghirah-baru-iain-sts-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 14:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Ghirah Baru IAIN STS Jambi Hermanto Harun* Seperti tak sepenuhnya percaya, ketika menyaksikan pelantikan rektor IAIN STS Jambi di Kantor Kemenag Jakarta. Senin, 3 Oktober 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Acara pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin lansung oleh Menteri Agama Suryadarma Ali, berjalan dengan sukses dan penuh hidmat. Ketidak percayaan saya terhadap pelantikan rektor baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=240&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ghirah Baru IAIN STS Jambi  </p>
<p>Hermanto Harun*</p>
<p>Seperti tak sepenuhnya percaya, ketika menyaksikan pelantikan rektor IAIN STS Jambi di Kantor Kemenag Jakarta. Senin, 3 Oktober 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Acara pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin lansung oleh Menteri Agama Suryadarma Ali, berjalan dengan sukses dan penuh hidmat. Ketidak percayaan saya terhadap pelantikan rektor baru IAIN STS tersebut, sama sekali jauh dari perspektif mitologi, dalam arti menganggap bahwa peristiwa bersejarah bagi IAIN STS ini merupakan suatu keajaiban. Tapi cuma sedikit terkagetkan, mengingat, suasana gugat menggugat dalam Pilrektor jilid I dan II, masih berlangsung, sementara waktu pelantikan sangat begitu cepat dari waktu yang diperkirakan. Walaupun memaklumi, bahwa Kementrian Agama memiliki hak “veto” untuk menunjuk siapa diantara kandidat yang dilantik sesuai rekomendasi senat institut.   </p>
<p>Peristiwa pelantikan, peralihan kekuasaan, pergantian kepemimpinan, peremajaan institusi atau apapun istilahnya, yang jelas, peralihan kekuasaan dan pergantian jabatan merupakan sunnatullah dalam realitas kehidupan manusia. Karena, lambat atau cepat, jabatan atau kekuasaan pasti akan berpisah dari pemegangnya. Namun, pelantikan Hadri Hasan sebagai rektor IAIN STS Jambi tidak hanya boleh dimaklumi dalam koridor “pertukaran” generasi kepimpinan IAIN STS Jambi semata. Akan tetapi, hemat penulis, pelantikan tersebut memiliki pesan yang lebih dari sekedar istilah rotasi kepemimpinan, mengingat institusi Islam Jambi ini telah begitu lama “tergadai” dalam ruang permainan dekadensi perilaku politik saat perebutan pucuk pemimpinannya.</p>
<p>Secara psikologis, perseteruan politik pasca Pilrektor jilid kedua ini masih terasa menyesak. Walau, dalam ruang-ruang publik akademis, kadang hal itu seolah tidak terjadi. Namun, walau selalu ditutupi, benturan psikologis itu seakan api dalam sekam, yang tidak terlihat baranya, namun tetap selalu kentara berasap. Jika begitu, maka benturan politik tadi menjadi bom waktu yang ending-nya perpecahan dan kusumat perselisihan. Padahal, semua itu jelas tidak elok bahkan bertentangan dengan nilai-nilai, bahkan norma keagamaan yang diajarkan di kampus biru tersebut.</p>
<p>Dari sinilah, pelantikan Hadri Hasan sebagai rektor IAIN STS Jambi seakan menemukan momentumnya. Momen yang penulis maksud adalah, kahadiran seorang Hadri Hasan menduduki pucuk pimpinan IAIN STS Jambi seperti mengembalikan kesadaran kampus yang beberapa waktu belakangan belum siuman. Pertarungan politik yang kurang cerdas dan tidak sehat dalam institusi Islam Jambi itu, menjadi kerikil dan noda serajah perjalanan kampus religi tersebut, sehingga ketidak-siuman akademik menjadi catatan-catatan yang menunggu untuk dikoreksi oleh nakhoda kampus IAIN STS yang baru.   </p>
<p>Maka, walau agak terlambat, siuman para akademisi kampus IAIN STS dengan terselenggaranya pemilihan dan pelantikan rektor baru, Hadri Hasan, paling tidak, bisa menjadi ghirah dan semangat baru dalam menata kampus Islam Jambi itu, sehingga citra dan peran kampus harapan umat tersebut bisa pulih dan lebih bermakna di masa mendatang.</p>
<p>Tentu, peran Hadri Hasan sebagai rektor tidak akan mudah, apalagi simsalabim mengubah image tentang persepsi kisruh politik IAIN STS yang sempat menerpa lembaga ini beberapa waktu lalu. Namun, dengan minimnya ‘beban’ politik Hadri Hasan, dan dengan latar belakang organisasi keulamaannya, sangat diharapkan mampu mewujudkan cita-cita IAIN STS menuju impian besarnya, yaitu sebagai lembaga umat yang mengawal realisasi keagamaan dan sebagai institusi yang mencetak dan melahirkan ilmuan muslim.<br />
Tugas keummatan yang begitu besar dan berat sekaligus menantang tersebut, jelas tidak mungkin mampu dipersonifikasikan hanya kepada seorang Hadri Hasan, mengingat kerja individual tidak begitu mudah mengubah wajah komunitas, apalagi merubah sebuah institusi besar sekelas IAIN. Dari itu, siuman akademik merupakan ponggah baru, bahwa tugas memulihkan image kampus Islam tersebut merupakan kewajiban semua civitas akademika dengan segala potensinya. Pemulihan secara kelembagaan ini sangat urgen, dan itu bisa tercapai apabila kesepahaman akan cita, visi dan misi kampus Islam ini dimengerti oleh semua komponen kampus.</p>
<p>Urgensitas kesepahaman dan pengertian akan tanggung jawab, terlebih oleh insan akademis IAIN STS, bukan semata persoalan kewajiban personal terhadapa institusi kelembagaan, namun lebih jah dari itu, gelar akademis di institusi keagamaan ini dalam fakta sosial akan menjadi neraca dan standar keberagamaan masyarakat awam. Dengan demikian, secara kelembagaan, pola keberagamaan akademisi IAIN akan menjadi referensi umat dalam realitas kehidupan nyata. Dalam bahasa lain, fungsi dan misi keulamaan akademisi IAIN secara otomatis melekat dengan sendirinya, terlepas apakah individunya mengakui atau tidak.  </p>
<p>Maka untuk menjawab tantangan besar kampus biru tersebut dalam rangka merespon tantangan pengetuan dan modernisitas, baik secara kelembagaan maupun individual, tiada jalan lain kecuali, menderapkan langkah barisan, serentak bak satang, sealun bak dayung, dengan tanpa mengurangi budaya dan profesionalitas akademis serta sikap kritis konstruktif. Jika perspektif itu yang menjadi basisnya, maka kedepan, kampus titipan umat itu tidak lagi menjadikan paradigma pragmatisme politik sebagai “kiblat” dinamika akademisnya, namun lebih mengedepankan dinamika keilmuan dengan budaya pengetahuan.</p>
<p>Dengan dilantiknya Hadri Hasan sebagai nakhoda baru IAIN STS, tentunya semua pihak layak bertanya, kemanakah bahtera kampus Islam Jambi ini akan dibawa? mungkinkah institusi kebanggaan umat tersebut menjadi protype keberagamaan umat dalam dimensi apapun?  Tentunya, pertanyaan tadi, tidak mungkin dibebankan kepada pihak lain di luar sistem civitas akademika kampus untuk menjawabnya. Yang lebih pantas dan lebih tahu jawabannya, tentu rektor terpilih dan civitas akademika IAIN STS itu sendiri.<br />
Semua pertanyaan tadi bagian dari simpul kegelisahan umat yang sangat berharap akan kampus yang bercorak keagamaan Islam itu menjadi guru yang pantas diteladani dan ditiru. Bukan sebaliknya, menjadi kepingan cermin retak, yang tidak hanya membuat wajah keberagamaan umat semakin buram, namun juga dapat melukai simpul harapan raut muka mereka. Semoga tidak! Wallahu’alam     </p>
<p>*Dosen IAIN STS Jambi. Sedang Mengikuti Diklat Penelitian Kesultanan Nusantara di PUSDIKLAT KEMENAG RI Kampus Ciputat.26-11 s/d 31 Okt 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/240/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/240/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=240&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2011/10/05/ghirah-baru-iain-sts-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reshuffle, PKS dan Kuda Hitam 2014</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/16/reshuffle-pks-dan-kuda-hitam-2014/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/16/reshuffle-pks-dan-kuda-hitam-2014/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 02:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam dan Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Reshuffle, PKS, dan Kuda Hitam 2014? Hermanto Harun* Isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang dinakhodai Presiden Susilo Bambang Yudoyono seolah menggelinding ke muara opini publik tanpa terkendali. Gempita reshuffle sepertinya telah menutupi banyaknya borok dalam persoalan bangsa yang tidak jelas juntrung solusinya. Bahkan, gempita suara ‘perebutan’ kekuasaan itu semakin menggenderang ditengah pekikan tangis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=231&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Reshuffle, PKS,  dan Kuda Hitam 2014?</p>
<p>Hermanto Harun*</p>
<p>Isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II yang dinakhodai Presiden Susilo Bambang Yudoyono seolah menggelinding ke muara opini publik tanpa terkendali. Gempita reshuffle sepertinya telah menutupi banyaknya borok dalam persoalan bangsa yang tidak jelas juntrung solusinya. Bahkan, gempita suara ‘perebutan’ kekuasaan itu semakin menggenderang ditengah pekikan tangis dan derita anak bangsa yang entah kapan akan berujung. </p>
<p>Namun, logika kekuasaan yang dipakai petinggi negara tetap selalu unggul mengalahi teriak, gundah dan kesebalan rakyat, bahkan semua kekagalauan rakyat tersebut cenderung dimanfaatkan sebagai penghias dan gincu yang bersembunyi dibalik topeng “perjuangan atas nama rakyat”. Sehingga, rincian persoalan bangsa menjadi amburadul, acak-acakan yang sangat sulit diurai secara sistemis dan prioritas untuk diselesaikan.</p>
<p>Hal ini bisa terlihat dari perbalahan internal Sekretariat Gabungan (Setgab) antara Parpol koalisi pengusung SBY dalam Pemilu 2009 lalu, yang kemudian bermuara menjadi isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Walau tidak jelas substansi persoalan yang dipertikaikan, tetapi PKS bersama Golkar seolah diperangkapkan menjadi “kambing hitam” yang harus di usir dari rumah koalisi tersebut. Meskipun akhirnya, Golkar telah dijinakkan dan rujuk kembali dalam barisan koalisi Setgab. Lantas, apa pasal dengan PKS? sehingga partai agamis ini seolah menjadi common enemy parpol koalisi? Adakah semua itu pertanda lonceng dimulainya pertarungan Pemilu 2014 nanti?</p>
<p><strong>Komitmen PKS<br />
</strong>Dalam setiap momen kepartaian, Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq selalu mengungkapkan, bahwa target PKS dalam Pemilu 2014 mendatang adalah menjadi<br />
tiga besar nasional. Tiga besar yang dimaksud bukan berarti mentargetkan nomor urut tiga atau menjadi pemenang urutan ke tiga dari Parpol peserta Pemilu. Namun, menjadi pemenang pertama, kedua atau ketiga. Artinya, target PKS tersebut akan menyisihkan posisi Partai Demokrat, PDIP dan Golkar. </p>
<p>Target politik PKS tersebut tentu bukan sekedar mimpi menerawang yang tidak membumi. Tetapi, berdasarkan pengalaman PKS selama mengikuti Pemilu, suara konstituen partai kaum intelek muslim ini selalu menanjak, bahkan bisa naik rangking mengalahkan partai Islam lainnya. Belum lagi dengan jualan program yang cerdas, inovatif, yang selalu bersinergi dengan hajat rakyat di lapangan dan menyentuh berbagai level sosial masyarkat, mulai kaum intlektual, pengusaha, sampai kepada kaum lemah dan marginal. </p>
<p>Cita ideal PKS yang dipatrikan dalam komitmen tiga besar tersebut, membuatnya pe-de untuk menjadi kompetitor handal dalam Pemilu 2014 mendatang. Dengan demikian, sebagai konsekuensi target ideal tadi, PKS harus siap dijadikan saingan “panas” yang mesti dikalahkan oleh Parpol besar pemenang  Pemilu tahun 2009 lampau. </p>
<p>Dari itu, dengan segala dalih, PKS mesti dijegal sebelum waktu start pertandingan Pemilu 2014 dimulai. Penjegalan tersebut diantaranya adalah dengan cara ‘mengerdilkan’ kekuatan PKS dalam sistem pemerintahan.<br />
Mengingat, posisi menteri yang diduduki kader PKS dalam kabinet SBY cukup memadai untuk dijadikan sumber kekuatan dalam pemenangan Pemilu 2014 nanti.                       </p>
<p>Dari perspektif inilah isu reshuffle kemudian digelindingkan. Dengan berbagai cara yang dijadikan alasan untuk mendepak PKS, mulai dari persoalan ‘kesetiaan’ dalam kongsi koalisi, masalah Century, masalah Hak Angket Pajak sampai masalah sikap kepada Pancasila dan nasionalisme. Semua dalil yang dijadikan justifikasi untuk menekan PKS tersebut masih remang, yang tidak jelas substansi kesalahan dan kekeliruan yang dijadikan sasaran peluru bidikannya. Sebab, jika bidikan reshuffle kabinet adalah kinerja menteri, maka tidak cukup alasan untuk mengeluarkan PKS dari koalisi. Atau, disebabkan oleh persoalan Hak Angket Pajak, lantas mengapa PDIP dan Gerindra yang justru ingin dirangkul? Padahal, sudah sangat jelas, posisi kedua partai tersebut terhadap kebijakan pemerintahan SBY. Dari itu, semua justifikasi tersebut terkesan mengada-ada, dan dipaksakan menjadi kambing hitam demi menjegal langkah nyaman PKS dalam arena Pemilu mendatang.</p>
<p>Hemat penulis, ada beberapa argumentasi logis mengapa PKS menjadi sasaran tembak reshuffle dalam Kabinet dan koalisi Setgab sekarang; </p>
<p>pertama, kuatnya solideritas kader PKS yang diyakini susah tergoyahkan. Kekuatan ini bahkan telah teruji dipentas politik nasional sampai saat ini. Dengan mengaitkan beberapa isu negatif secara nasional, seperti organisasi transnasional, berafaham wahabisme sampai ke anti NKRI. Tidak hanya itu, isu perpecahan internal dengan adanya dua faksi keadilan dan faksi kesejahteraan sengaja dihembuskan oleh pihak luar. Akan tetapi, sampai hari ini, PKS tetap eksis dan bahkan menjadi partai Islam satu-satunya yang tidak mengalami krisis ‘organisasi’ seperti beberapa partai Islam yang nyaris “sekarat”.             </p>
<p>Kedua, kesepaduan gerak kader PKS di semua lini, baik distruktur pemerintahan, seperti menteri dan kepala dearah, maupun di lembaga legislatif dan juga lembaga-lembaga sosial kemasyarkatan dikuatirkan akan membangun “imperium” politik baru dalam dinamika politik nasional. Kesepaduan yang dimaksud adalah, selain terekat oleh kesamaan ‘idelogis’ pergerakan antara kader, juga terbukti bahwa klaim bersih, peduli dan profesional tidak hanya sebatas lifstik yang menjadi penghias wajah dan jargon politik. Namun, slogan dari idealisme itu dalam perspektif masyarakat umum, nyaris tidak complang dengan realitasnya. Kesepaduan gerak ini kemudian diyakini akan menjadi mesin dan magis politik yang akan mengantarkan PKS menduduki posisi tiga besar di Pemilu akan datang.</p>
<p>Ketiga, dengan kekhasan PKS yang berasaskan Islam, tapi tidak terjebak dengan sikap formalisme agama dalam setiap sikap dan jargon politiknya, membawa kecemasan baru bagi puak yang selama ini terjangkit Islamic phobia dengan isu-isu keislaman. Sebab, isu Islam politik dengan jeratan ‘negara Islam’ seringkali menjadi umpan untuk memberanguskan partai-parta Islam. Hal ini karena pengusung negara Islam di Indonesia secara otomatis akan dianggap sebagai musuh NKRI, mengigat adagium “Indonesia bukan negara agama’ sudah terlanjur berurat berakar dalam benak sekulerisasi masyarakat Indonesia.</p>
<p>Gonjang ganjing reshuffle kabinet dan isu kesetiaan koalisi Parpol pengusung SBY tidak lain hanyalah kilah dalam perilaku partai politik yang biasanya selalu senang ‘mengganjal teman seiring, menggunting dalam lipatan”. Isu ini juga sebanarnya tiada lain kecuali start pertarungan untuk menjadi pemenang di Pemilu 2014 nanti? Lantas, mungkinkah dengan tiga argumentasi di atas PKS akan menjadi kuda hitam di Pemilu waktu depan? Tentu struktur dan kader PKS yang lebih tahu kemungkinanya, selain kesadaran intlektualitas umat Islam terhadap pemahaman Islam dan politik itu sendiri. Wallahu’alam.</p>
<p><strong>*Dosen IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Kandidat doctor (Ph.D) National University of Malaysia.<br />
</strong><br />
<a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/pks.jpg"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/pks.jpg?w=420" alt="" title="PKS"   class="alignleft size-full wp-image-233" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=231&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/16/reshuffle-pks-dan-kuda-hitam-2014/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/pks.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PKS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAROLANGUN PASCA HBA</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/10/sarolangun-pasca-hba/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/10/sarolangun-pasca-hba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 15:50:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[Sarolangun Pasca HBA Hermanto Harun* Dimamika politik Pilbub Sarolangun jelang hari “pertarungan” semakin riuh. Tensi para kontestan-pun semakin meningkat, mengingat rentang waktu yang tersedia semakin menyempit. Para petarung di arena Pilbub Sarolangun sudah tekan gas, mengejar konstituen dengan melakukan berbagai cara pendekatan yang dapat menyentuh kesadaran pilihan massa mereka. Tentu, semua kontestan sudah siapkan bekal, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=227&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sarolangun Pasca HBA<br />
<a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/sdc11626.jpg"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/sdc11626.jpg?w=420&#038;h=315" alt="" title="" width="420" height="315" class="alignright size-full wp-image-228" /></a><br />
Hermanto Harun*</p>
<p>Dimamika politik Pilbub Sarolangun jelang hari “pertarungan” semakin riuh. Tensi para kontestan-pun semakin meningkat, mengingat rentang waktu yang tersedia semakin menyempit. Para petarung di arena Pilbub Sarolangun sudah tekan gas, mengejar konstituen dengan melakukan berbagai cara pendekatan yang dapat menyentuh kesadaran pilihan massa mereka. Tentu, semua kontestan sudah siapkan bekal, jurus dan kuda-kuda dengan kalkulasi yang cermat dan penuh perhitungan.</p>
<p>Perhelatan pesta rakyat Kabubaten Sarolangun yang akan berlansung beberapa bulan kedepan, tentu agak seidikit berbeda nuansa dengan kabupaten/kota lain dalam provinsi Jambi. Mengingat, semua petarung memiliki afiliasi dan argumentasi psikologis dan sosiologis dengan sang mantan Bupati, Hasan Basri Agus (HBA), yang sekarang sedang “manggung’ di istana gubernuran Jambi. Selain itu juga, kharisma HBA sebagai seorang tokoh adat dan mantan pejabat nomor satu di Sarolangun, diyakini akan mampu memberi pengaruh asupan suara yang signifikan terhadap kandidat yang dijagokan beliau.</p>
<p>Dari sini lah letak keunikan dan dinamika yang menarik untuk ‘diskusikan’ dalam ajang pesta rakyat Sarolangun. Sebab, pilihan rakyat dalam mendaulat siapa kandidat yang pantas menggantikan posisi HBA di masa mendatang, masih penuh teka-teki dan sedikit ‘misteri’. Karena, modal kekuatan sosial-kultural  tiga pasangan kandidat bisa dikatakan seimbang, walaupun kekuatan politik dan finansial sudah terlihat sangat complang. </p>
<p>Tiga pasang kontestan yang akan berlaga dengan basis sosial yang agak berimbang tersebut terkecuali pasangan Evi Suherman dan Sardini. Pasangan ini, sejak semula terkesan ‘titipan’ dalam mewanti terjadinya calon tunggal, atau jika pertarungan hanya diikuti dua pasangan Cabub, yaitu Cek Endra-Pahrul versus Nasri Umar-Salahudin.      </p>
<p>Ijtihad strategi politik kemunculan pasangan Evi-Sardini kemudian goyah oleh mulusnya pasangan Cabub As’ad Isma-Maryadi Syarif ke gelanggang Pemilukada. Sebab, kemunculan pasangan ini setidaknya sedikit menantang populeritas Cek Endra-Pahrul. Karena pribadi As’ad Isma dengan basis masyarakat kota Sarolangun dan berkekuatan magis NU, ditambah lagi dengan populeritas Maryadi Syarif yang penah menjadi Bupati dan Wabub Sarolangun, dan pernah menjadi ranner up ketika bertarung melawan HBA pada pemilukada Sarolangun sebelum ini. Kedua argumentasi ini menjadi amunisi yang membuat pasangan As’ad-Maryadi menjadi “pe-de” dalam bertarung melawan incumbent, CE-Pahrul.</p>
<p>Lantas, bagaimana kekuatan pasangan CE-Pahrul agar mampu eksis menggiring pilihan massa untuk ‘istiqamah’ mencontreng pasangan “bersama” di hari pertarungan nanti? Bagaimanapun, pasangan “bersama” memiliki nilai populis yang lebih tinggi, karena, Cek Endra pernah mendampingi HBA dengan tanpa bergolak, incumbent dan mempunyai perahu politik yang besar.</p>
<p>Hemat penulis, setidaknya ada beberapa penomena keriuhan Pilbub Sarolangun yang akan dilaksanakan April mendatang. Diantaranya, tiga pasangan kandidat, Cek Endra-Pahrul, As’ad Isma-Maryadi Syarif dan Nasri Umar-Salahudin, semua mengklaim sebagai penerus program HBA dan telah mendapat restu untuk maju dalam perhelatan akbar Pilbub tersebut. Klaim seperti ini bisa dimengerti, mengingat afiliasi psikologis tiga pasangan kandidat tadi dengan pribadi HBA juga tidak bisa dinafikan.</p>
<p>Afiliasi psikologis yang dimaksud, seperti; Cek Endra selain selalu terlihat “mesra” dengan HBA karena pernah menjadi pasangan sejoli dalam memimpin Sarolangun 2006-2010, juga sebagai ketua Timses pemenangan HBA untuk wilayah Sarolangun dalam Pilgub 2010-2015 yang lalu. Begitu juga dengan Pahrul, yang pernah memimpin beberapa SKPD Sarolangun dibawah kendali HBA. Disamping itu juga, perahu politik partai Demokrat yang dikomandokan HBA di wilayah Jambi, telah di’sumbangkan” menjadi kendaraan politik yang akan menghantarkan pasangan Cek Endra-Pahrul melanggeng ke istana Gunung Kembang Sarolangun.</p>
<p>Kemudian, As’ad Isma, dalam berbagai baliho dan posternya selalu terlihat mendampingkan foto HBA bersamanya. Dengan menggunakan lokomotif Gerakan Pemuda Ansor&#8211;dimana HBA juga berafiliasi ke gerbong ini&#8211;dijadikan As’ad Isma sebagai kekuatan kulutral sosiologis. Sehingga, diperkirakan akan mampu menjadi bumbu pemikat suara pendukung HBA. Selain itu, keberadaan Maryadi Syarif yang mendampingi As’ad Isma, memiliki pengagum setia dalam Pilbub Sarolangun beberapa tahun silam. Walau sedikit kecewa dengan posisi Maryadi sebagai calon wakil, pengikut setia Maryadi diperkirakan masih rela untuk “balas budi” dalam mendongkrak roda politik menuju Istana Bupati Sarolangun.</p>
<p>Lain lagi dengan Nasri Umar, walau maju melaui jalur independen, afiliasi psikologisnya dengan HBA juga tidak kalah magsinya.  Perjuangan sebagai Timses HBA dalam Pilgub Jambi tahun lalu dengan rela dikeluarkan dari sebuah parpol, menjadi “icon” yang tidak mudah untuk sekedar dilupakan. Selain itu juga, kedekatan personal Nasri Umar yang notabene sudah bergaul lama dengan HBA, bahkan semenjak Pilbub pertama Sarolangun setelah pemekaran dari kabupaten Sarko. Ditembah lagi dengan posisi wakilnya, Salahudin yang berasal dari kelurga besar seorang tokoh dan putra terbaik Batang Asai Sarolangun, Prof Khatib Quzwaen. Semua itu dijangka masih paten untuk dijadikan harga jual dalam jaja komunikasi politik ketika mempengaruhi pemilih.</p>
<p>Dalam Pilbub Sarolangun periode 2011-2016 ini, hemat penulis, selain dari beberapa aspek pendukung kemenangan, posisi sikap politik HBA terbilang sangat strategis. Hal ini tidak semata karena 80% lebih suara masyarakat Sarolangun mendukung beliau ketika ajang Pilbub lalu, tapi posisi HBA sebagai Gubernur, putra daerah dan tuo tengganai Sarolangun sekaligus. Posisi ini setidaknya bisa menghisap arah tiupan suara masyarakat Sarolangun, terutama di wilayah “netral”, yang merasa tidak terwakilkan tokoh mereka di ajang pesta rakyat nanti. Dari itu, keputusan sikap politik HBA, tidak cukup hanya sekedar dilambangkan dengan arah dukungan sikap politik partai Demokrat, tapi, keberadaan HBA dalam suatu acara kampanye, apatah lagi berorasi dengan argumen dukungannya, jelas sangat diperlukan.</p>
<p>Posisi dan sikap politik HBA seperti ini yang sedang ditunggu banyak pemilih dalam Pilbub Sarolangun nanti. Walaupun, bacaan politik kalangan terdidik telah menangkap “signal” arah dukungan HBA secara simbolistik. Namun penentuan posisi HBA secara personal dalam Pilbub ini juga tidaklah sederhana, karena beban psikologis baik kepada para kontestan maupun konstituen juga terasa berat. Mengingat semua pihak pernah “mengabdi” dan mengharap posisi pribadi HBA sebagai “master” dalam percaruan Pilbub nanti.</p>
<p> Sekarang tinggal bagaimana HBA menjaga komunikasi politik dengan bijak, arif dan cerdas. Ibarat mencabut rambut di tempayan tepung, rambutnya tidak putus, dan tepungnya tidak tertumpah. Tapi, sisi lain, sebagai nakhoda Parpol dan Gubernur, kedua status ini memiliki konsekuensi politik yang juga harus dipertibangkan oleh HBA. Apakah dukungan Partai Demokrat Sarolangun dengan terpampangnya foto tokoh Demokrat Jambi dan Nasional bersama pasangan Cek Endra-Pahrul, sebagai keputusan yang bersumbu dari konsekuensi politik? Jika begitu, maka seolah terjawab sudah, siapa yang berpeluang meneruskan program Emas dan berkesempatan besar menakhodai Saroalngun pasca HBA. Tentunya semua itu tanpa terlepas dari ikhtiyar dan taqdir. Wallhua’lam.     </p>
<p> *Dosen Fak Syariah IAIN STS Jambi. Mahasiswa Ph.D UK Malaysia. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=227&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/10/sarolangun-pasca-hba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/sdc11626.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pembusukan Demokrasi di IAIN STS Jambi</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/10/pembusukan-demokrasi-di-iain-sts-jambi/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/10/pembusukan-demokrasi-di-iain-sts-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 00:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Hermanto Harun Pesta demokrasi dalam Pemilihan Rektor (Pilrektor) IAIN STS tahun lalu (2010) nampaknya masih menyisakan masalah. Setidaknya, problematika itu bisa dilihat dari keluh kesah seorang guru besar institusi keagamaan tersebut. “Pak Menteri Agama, jangan diambangkan donk lembaga kami, kami tidak ingin lembaga kami besar dalam issu dan fitnah, kami adalah akademisi yang berjuang untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=220&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/sdc11527.jpg"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/sdc11527.jpg?w=420&#038;h=315" alt="" title="" width="420" height="315" class="alignright size-full wp-image-224" /></a><br />
Hermanto Harun</p>
<p>Pesta demokrasi dalam Pemilihan Rektor (Pilrektor) IAIN STS tahun lalu (2010) nampaknya masih menyisakan masalah. Setidaknya, problematika itu bisa dilihat dari keluh kesah seorang guru besar institusi keagamaan tersebut. “Pak Menteri Agama, jangan diambangkan donk lembaga kami, kami tidak ingin lembaga kami besar dalam issu dan fitnah, kami adalah akademisi yang berjuang untuk agama, negara dan kebenaran”. Inilah galauan seorang Profesor yang sekaligus senator IAIN STS Jambi yang dipublis dalam media jejaring sosialnya. Keluh kesah itu menyikapi kondisi institusi keagamaan Islam Jambi yang saat ini belum memiliki nakhoda yang jelas dan sah. </p>
<p>Pilrektor IAIN STS Jambi yang telah dilaksanakan pada pertengahan tahun 2010 lalu, rupanya masih menyimpan teka teki tentang siapa sebenarnya Rektor IAIN STS Jambi pada periode mendatang. Walau tiga puluh suara senator IAIN STS dalam pesta demokrasi kampus biru tersebut telah menitahkan Prof Mukhtar Latif sebagai kandidat pemenang. Dengan jumlah kemenangan 16 versus 14 suara untuk Prof Mukhtar Latif, semestinya pemenang kontestasi Pilrektor itu akan kembali memimpin institusi Islam terbesar di Jambi ke depan. Namun, titah suara senator IAIN STS dalam Pilrektor tersebut belum menemukan kepastian jawaban, mengingat sampai sekarang, Menteri Agama belum resmi melantik siapa nakhoda IAIN STS secara defenitif. </p>
<p>Dengan masih misterinya identitas Rektor IAIN STS secara yuridis formal hingga saat ini, menimbulkan banyak interpretasi dan praduga, yang selanjutnya menerawang menjadi asupan opini negatif terhadap integritas keagamaan kampus Islam terbesar di negeri  melayu Jambi ini. Hal ini disebabkan oleh Pilrektor yang seolah menabung pertanyaan besar bagi kalangan awam masyarakat muslim, khususnya di daerah Jambi, tentang perspektif dan raeliasasi “demokrasi” yang sealur dengan moralitas politik Islam. Karena, Pilrektor dalam area kampus IAIN STS bukan semata persoalan suksesi kepemimpinan, namun labih dari itu, peralihan kekuasaan dalam kampus Islam tersebut akan menjadi rujukan mayarakat muslim umumnya, bagaimana proses, cara dan sampai kepada paradigma pergantian kekuasaan itu sealur dengan nilai dan moralitas agama yang selama ini menjadi ladang garapan kampus Islam, termasuk IAIN STS Jambi.   </p>
<p>Secara verbalistik, Pilrektor IAIN STS jelas akan dipandang sebagai pesta demokrasi yang selayaknya berjalan arif, bijak dan sealur dengan nilai dan moralitas keagamaan Islam. Mengingat, para senator yang menyeleksi dan memilih Rektor tersebut tidak hanya sekedar berstatus pengajar dan pendidik di kampus yang berlabel Islam, namun sebagian mereka bergelar Guru Besar dalam berbagai disiplin ilmu yang berhubungan dengan norma dan dogma keagamaan, seperti tafsir, fikih, filsafat, pendidikan, politik dan lainnya. Umumnya, gelar kesarjanaan mereka tidak terlepas dari identitas keagamaan Islam, sebagaimana tempat institusi mereka mengabdikan pengetahuannya.</p>
<p>Tapi labelitas keilmuan yang begitu mengagumkan tersebut tidak seindah fakta empiriknya, ketika bersinggungan dengan paradigma dan pragmatisme politik, khususnya dalam Pilrektor IAIN STS tersebut. Mungkinkah contoh praktek ini merupakan alir dari kredo “ al-kalam ashal min al-tatbiq” bahwa praktek tidak segampang mengurai teori. Acapkali memang, ranah realitas  menyuguhkan hal yang kontras dengan performa dan idealisme. Walau, dalam Pilrektor IAIN tersebut tidak layak untuk menjadikan kredo tadi sebagi justifikasi.</p>
<p><strong>Logika demokrasi<br />
</strong><br />
Jika boleh sedikit sesumbar, Pilrektor IAIN STS  merupakan ‘ijma’ untuk menggunakan sistem demokrasi. Walau, pemaknaan demokrasi di sini sangat simplistik yang hanya dimaknai dengan pemilihan langsung, bebas dan rahasia. Pelaksanaan suksesi rektor IAIN STS tersebut paling tidak, telah memenuhi aspek tadi. Ini artinya, sistem dan cara pemilihan ini merupakan konsensus yang tidak hanya siap dijadikan panggung arena kontestasi politik, tapi juga mesti legowo dengan keputusan hasil suara. Jika disepakati bahwa one man one vote sebagai penentu kontestan pemenang, maka yang kalah suara mesti “angkat topi” bahwa amanah kekuasaan tersebut belum layak dipercaya kepadanya.</p>
<p>Terlepas dari berbagai alibi atas kekalahan, yang jelas, logika demokrasi yang telah “mujma alaih” tersebut memberi pesan bahwa kemenangan suara adalah kebenaran, walau dalam realitasnya, belum tentu yang kalah tersebut tidak benar. Disini lah letak pesan moral bagi para kontestan, bahwa kebenaran dalam pemilihan itu adalah yang telah menyelesaikan “pertandingan” dengan skor suara terbanyak selama sesuai dengan aturan sistem dan kesepakatan.</p>
<p>Kaitannya dengan Pilrektor IAIN STS tadi, tekesan ada usaha untuk mengingkari logika demokrasi sebagai sistem yang telah disepakati. Upaya “banding” yang illegal dan inkonstitusional dengan berjagal issu dan bahkan mengobral fitnah seolah menjadi resep inti dari perebutan kekuasaan di kampus Islam tersebut. Pengingkaran terhadap hasil suara pemilihan dengan barter “gosip” tanpa pembuktian secara hukum, merupakan pembusukan demokrasi. Sehingga, kerugian tidak hanya menerpa personalitas kontestan, tapi lebih dahsyat dari itu, merusak integritas kampus Islam sekaligus para senatornya. </p>
<p>Selain itu juga, pengingkaran terhadap hasil demokrasi dalam Pilrektor tersebut, akan menggeser dinamika kampus yang semestinya berisi insan akademis dan ilmuan dengan topik bahasan ilmiah, realistik dan agamis, berubah wujud menjadi institusi yang berobral gosip dengan kultur pribadi penjaja isu. Sehingga, akibatnya terjadi saling buka “kedok”, dengan menjaja berbagai  macam skandal, mulai dari isu asmara sampai plagiasi desertasi. Jika ini dibiarkan terjadi, maka akan menjadi tradisi politik kampus yang sangat tidak sehat, terlebih perilaku politik demikian kontras dengan nilai dan norma kampus IAIN STS sendiri sebagai gerbang sekaligus penggawa keagamaan Islam.</p>
<p>Perebutan kursi rektor IAIN STS dengan cara melakukan pembangkangan terhadap hasil pemilihan sama halnya dengan melakukan pembusukan terhadap institusi keagamaan ini. Tradisi pembusukan ini akan menjadi preseden buruk, baik bagi proses demokrasi kampus, maupun bagi proses pendidikan. Jika institusi pendidikannya sudah rusak, maka kampus biru yang diharapkan penyemai peradaban Islam akan berubah orientasi menjadi pencetak manusia perusak.    </p>
<p>Agaknya, keluh kesah seorang guru besar yang sekaligus senator IAIN STS seperti di atas, secara verbal sangat patut untuk diapresiasi, atau dijadikan materi kontemplasi demi mewujudkan cita ideal kampus IAIN STS kedepan. Namun, apakah ungkapan galau professor tersebut bersumbu dari intuisi, atau hanya ungkapan klise dalam retorika politik “menggunting dalam lipatan” ditengah kondisi kampus yang tengah tercabik oleh pisau persaingan menjuju kekuasaan? </p>
<p>Kondisi “perbutan” kekuasaan seperti kejadian Pilrektor IAIN STS tersebut, cenderung mengabaikan logika, etika dan estetika dalam berdemokrasi, yang akhirnya tidak akan mengakomodasi kebenaran di pihak yang menang, apalagi yang kalah. Ibarat ungkapan seloko adat, “yang menang jadi arang dan yang kalah jadi abu”. Kondisi ini, ditakutkan akan melahirkan pemimpin oportunistunistik yang akan memanfaatkan zimat aji mumpung dengan memancing di air keruh.         </p>
<p>Akhirnya, “Innurid illa islah mastata’na” semua tentu berharap, ke depan akan ada fajar baru yang menyinsing bersinar dari langit kampus biru itu. semoga.wallahua’lam. </p>
<p>*Dosen IAIN STS, mahasiswa Ph.D (S3) National University of Malaysia. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=220&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2011/03/10/pembusukan-demokrasi-di-iain-sts-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2011/03/sdc11527.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>golongan yang susah menerima dakwah</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2011/01/05/golongan-yang-susah-menerima-dakwah/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2011/01/05/golongan-yang-susah-menerima-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 17:36:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[(Allah) yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun daripada (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya).&#8221; &#8211; Surah Al Baqarah: Ayat 255 Banyak buku-buku yang menerangkan tentang metode berdakwah, ciri-ciri pendakwah, mendekati orang yang ingin didakwahkan dan sebagainya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=218&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Allah) yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun daripada (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya).&#8221; &#8211; Surah Al Baqarah: Ayat 255<br />
Banyak buku-buku yang menerangkan tentang metode berdakwah, ciri-ciri pendakwah, mendekati orang yang ingin didakwahkan dan sebagainya. Akan tetapi, penulisan mengenai siapakah orang paling sukar menerima dakwah adalah sangat kurang.<br />
Contohnya, apabila ditanya kepada beberapa orang Islam, apakah isi khutbah jumaat (selepas solat jumaat), mereka tidak ingat malah ada yang tertidur. Ditanya pula apakah isi ceramah, tazkirah dan seumpamanya pada beberapa orang selepas tamat sesi tersebut, jawapan mereka lebih kurang sama. Perkara ini berlaku pada kebanyakan orang, anda boleh bertanya kepada diri sendiri dan boleh juga bertanya pada orang lain untuk melakukan uji kaji kendiri jika mampu bagi memastikan kebenarannya.<br />
Mengenai orang bukan Islam pula, apabila ditanya mengenai agama Islam, mereka lebih mempercayai media cetak, media elektronik, &#8220;media angin&#8221; (khabar angin), memerhatikan tingkah laku orang Islam yang buruk dan menganggap semua agama adalah sama. Malah tidak kurang juga yang mengatakan Islam menggalakkan keganasan dan mencabuli hak kemanusiaan serta melanggar Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Contohnya seperti poligami, menutup aurat dan sebagainya.<br />
&#8220;Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221; &#8211; Surah An-Nahl: Ayat 108</p>
<p>(Ayat ini ditujukan kepada orang kafir.Sila lihat empat ayat sebelumnya).<br />
Sebenarnya mengetahui sukarnya segelintir golongan menerima dakwah adalah sangat penting kerana segala isi pengajaran yang didapati dalam sesi pembelajaran atau dakwah itu perlu diaplikasikan dalam diri. Dakwah perlu difahami, dipastikan kebenarannya, menerima kebenaran itu dengan jujur, dan kemudian barulah diyakini serta beramal dengannya.<br />
Satu contoh yang mudah, jika seseorang itu berdakwah dengan mengatakan sembahlah Allah yang Maha Besar, maka perlu kita fahami makna &#8220;Maha Besar&#8221; itu; iaitu tidak ada yang lebih besar melainkan Allah. Kebenarannya, lihatlah isi di langit dan di bumi. Mampukah manusia sekecil kita mencipta bulan, matahari, tanah, lautan dan lain-lain? Kemudian terimalah kebenaran itu dengan jujur dan seikhlas hati dan mengucapkan tiada Tuhan selain Allah yang Maha Besar.<br />
Katakanlah: &#8220;Taat kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, nescaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.&#8221; &#8211; Surah An-Nuur: Ayat 54<br />
Mereka yang Sukar Menerima Dakwah<br />
Persoalannya, sejauh manakah dakwah para pendakwah benar-benar berkesan terhadap penerima dakwah? Sedikit kajian, pemerhatian dan penelitian dalam al-Quran, hadis dan sirah Nabi Muhammad SAW, didapati ada beberapa golongan yang sangat sukar menerima dakwah dan berdakwah kepadanya. Moga-moga kita terhindar daripada menjadi golongan seperti ini.<br />
01.Mereka yang Menolak Kebenaran</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun.&#8221; &#8211; Surah Al-Anfaal: Ayat 22</p>
<p>Maksudnya, manusia yang paling buruk di sisi Allah yang Maha Agung ialah yang tidak mahu mendengar dan memahami kebenaran. (Rujukan : Tafsir Ibn Katsir)<br />
Zaman ini, setelah mendengar seruan Nabi Muhammad SAW, mereka mengingkarinya dan mengatakan itu adalah amalan orang-orang lama (konservatif) dan pemikiran yang beku (jumud). Mereka menolak hadis-hadis daripada Rasulullah SAW dengan pelbagai alasan, malah mengatakan hadis-hadis inilah punca perselisihan dan perpecahan umat Islam sekarang.<br />
Orang-orang seperti ini sangat sukar menerima dakwah kerana mereka sendiri enggan mengakui akan kebenaran Al-Quran dan Nabi Muhammad SAW. Perkara ini bukan hanya terjadi pada orang kafir dan munafik sahaja, malah tergolong juga pada orang-orang yang mengaku Islam pada mulutnya, tetapi tidak beriktikad dalam hatinya.<br />
Mereka tetap bersolat dan melaksanakan ibadah sebagai seorang Muslim, tetapi mereka menolak apa yang diperintahkan Allah yang Maha Agung melalui Rasul-Nya dan sebenarnya mereka tidak mengetahui mereka telah cenderung kepada kemunafikan dan kekufuran. Contohnya; Mereka mengatakan ada perkataan dan hukum yang lebih baik daripada Al-Quran, malah mencaci pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya.<br />
Daripada Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda: &#8220;Barang siapa taat kepadaku, bererti dia telah taat kepada Allah SWT; dan barangsiapa menderhakaiku, bererti dia derhaka kepada Allah SWT.&#8221; &#8211; Sahih Ibnu Majah: 0003<br />
02.Mereka yang Taksub Mengikuti Tradisi</p>
<p>&#8220;Dan apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,&#8221; mereka menjawab: &#8220;(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati daripada (perbuatan) nenek moyang kami&#8221;. &#8220;(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&#8221; &#8211; Surah Al-Baqarah: Ayat 170<br />
Maksudnya, mereka yang telah diseru supaya mengikut perintah dan larangan Allah yang Maha Agung, tetapi mereka ingkar dan beralasan tradisi nenek moyang tidak boleh ditinggalkan, iaitu penyembahan berhala dan membuat sekutu-sekutu bagi Allah yang Maha Agung. (Rujukan: Tafsir Ibn Katsir)<br />
Zaman ini,  manusia tidak terlepas daripada mengikut tradisi nenek moyang mereka walaupun hal itu bertentangan dengan syariat. Amalan-amalan khurafat zaman dahulu seperti keris sakti pusaka, cincin geliga yang mampu menyembuhkan penyakit, gelang dan rantai yang dapat memberi kesihatan dan pelbagai lagi sekutu-sekutu yang diciptakan bagi menidakkan kekuasaan Allah yang Maha Agung.<br />
Selain itu ada pula yang mengikuti tradisi kitab. Apabila berdakwah kepadanya mengenai sesuatu amalan atau ibadah yang bercanggah dengan syariat dan dikemukakan kebenaran dan faktanya, mereka mengatakan kitab itu hasil nenek moyang mereka dan mereka tetap mengikut kitab itu. Walhal kitab itu penuh penyelewengan seperti penuh hadis palsu, salah faham dalam penafsiran dan sebagainya. Orang-orang seperti ini sangat sukar berdakwah kepadanya kerana mereka begitu taksub dengan tradisi mereka.<br />
Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Barangsiapa menyeru ke jalan petunjuk (kebaikan), maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, yang tidak terkurangi sedikit pun daripada pahala-pahala amal mereka sama sekali. Barangsiapa menyeru kepada jalan yang menyesatkan, maka baginya dosa semisal (sama) dosa orang-orang yang mengikutinya, yang tidak terkurangi sedikit pun daripada dosa-dosa mereka sama sekali.&#8221; &#8211; Sahih Ibnu Majah: 0172<br />
03.Menyangka Majoriti adalah Kebenaran</p>
<p>Apa yang dimaksudkan adalah melihat ramai orang yang melakukan sesuatu kemungkaran dan kita menyangka bahawa perkara itu dibolehkan dalam syariat. Contohnya wanita yang memakai tudung yang jarang, wanita yang berbaju lengan pendek dan mempamerkan bentuk badan, wanita yang menyanyi di pentas (anugerah itu dan ini) dan pelbagai lagi yang bertentangan dengan syariat.<br />
Walaupun contoh diatas pelakunya adalah wanita, tetapi di belakangnya terdapat kaum lelaki yang membiarkan malah menganjurkannya pula kerana mereka (lelaki) juga menyangka perkara itu dibolehkan. Ini termasuk para suami dan para bapa, sedangkan lelaki itu adalah pemimpin kepada wanita dan mereka akan ditanya tentang kepimpinan mereka.<br />
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh kerana Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).&#8221; &#8211; Surah An-Nisaa&#8217;: Ayat 34<br />
Apabila tiba hari pembalasan, orang yang dipimpin akan mula menyalahi para pemimpinnya kerana terlalu takut.<br />
Dan mereka berkata: &#8220;Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).&#8221; &#8211; Surah Al-Ahzab: Ayat 67<br />
Apa yang penting adalah, kebenaran itu didasari dengan ilmu. Di manakah pula cara, atau sumber kepada ilmu bagi mendapatkan kebenaran? Jawapannya adalah al-Quran dan hadis termasuk juga ijtihad dan kesepakatan seluruh ulama. Selain itu, terdapat juga ijtihad perseorangan ulama yang muktabar (kepelbagaian pendapat). Kebenaran itu tidak semestinya mengikut majoriti, jika terdapat kesalahan dan kesilapan orang terdahulu kemudian setelah diketahui kebenarannya, hendaklah kita menerima dengan hati yang terbuka dan perbetuli kembali kesalahan dan kesilapan itu agar tidak membiarkan generasi akan datang terus menerus dalam kesilapan.<br />
Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Kalau amanah tidak lagi dipegang teguh, maka tunggulah saat kehancuran.&#8221; Ia (Abu Hurairah) bertanya, Bagaimana orang (yang) tidak memegang teguh amanah itu ya Rasulullah?&#8221; Beliau (Nabi SAW) menjawab, &#8220;Kalau sesuatu urusan telah diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuran.&#8221; &#8211; Sahih Bukhari: 1746<br />
04.Mereka yang Berilmu Pengetahuan</p>
<p>&#8220;Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa keterangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.&#8221; &#8211; Surah Al-Mukmin: Ayat 83<br />
Di antara orang yang paling sukar didakwahkan juga adalah orang yang menyangka dia sudah mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup. Sebarang pendapat yang berlainan dengannya akan ditentang habis-habisan walaupun bertentangan dengan hadis Nabi SAW. Mereka akan berhujah dengan kitab itu dan ini, kata-kata guru itu dan guru ini malah mereka lebih mengikut pendapat guru dan kitab mereka melebihi perkataan Rasulullah SAW sendiri.<br />
Apa yang lebih melucukan adalah, mereka menggunakan dalil yang langsung tidak layak seperti surat khabar, radio dan sebagainya bagi menentang atau beralasan menolak hadis Rasulullah SAW.<br />
05.Orang yang Mempunyai Pangkat, Harta dan Kuasa</p>
<p>&#8220;Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat daripada Kami, ia berkata: &#8220;Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah kerana kepintaranku.&#8221; Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.&#8221; &#8211; Surah Az-Zumar: Ayat 49<br />
Umum kita mengetahui sepanjang sejarah dakwah para Rasul dan Nabi mempunyai banyak tentangan daripada orang yang mempunyai pangkat, harta dan kuasa (sila rujuk sirah para Nabi dan Rasul). Keadaan ini berterusan pula sehingga ke hari ini, tetapi perlu diingat bahawa pengulangan sejarah ini adalah sebagai satu pengajaran buat umat zaman akhir ini. Apakah yang telah terjadi kepada orang-orang yang menentang risalah Rasul mereka? Mereka menerima kebinasaan di dunia dan di akhirat.<br />
Mereka menganggap segala nikmat yang diberikan oleh Allah yang Maha Agung adalah kerana hasil usaha mereka sendiri. Mereka lupa bahawa nikmat itu pasti akan ditanya kembali pada hari pembalasan mengenai apakah yang telah mereka perbuat terhadap nikmat itu. Mari kita perhatikan kata-kata Qarun:<br />
Qarun berkata: &#8220;Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, kerana ilmu yang ada padaku.&#8221; Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. &#8211; Surah Al-Qashash: Ayat 78<br />
Kedua-dua ayat diatas menyatakan akan kesombongan golongan yang kelima ini. Apabila didakwahkan kepada mereka agar mentaati perintah Allah yang Maha Agung dan Rasul-Nya, mereka sangat sombong; mereka berkata ada perkataan yang lebih baik dari itu pada zaman moden ini. Tujuan mereka tidak lain hanyalah untuk menambah kekayaan mereka sahaja dan takut rugi dari segi kehilangan pengaruh dan kuasa.<br />
Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Setiap umatku masuk ke dalam syurga, selain orang yang enggan.&#8221; Mereka bertanya, &#8220;Ya, Rasulullah, Siapakah yang enggan (masuk syurga) itu?&#8221; Jawab Nabi saw, &#8220;Siapa yang mematuhi perintahku, masuk syurga dan siapa yang melanggar perintah ku, maka sesungguhnya orang itu enggan (masuk syurga).&#8221; &#8211; Sahih Bukhari: 1952<br />
06.Sangka Buruk</p>
<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, kerana sebahagian daripada prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjing (memfitnah, mengumpat atau mengata) satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.&#8221; &#8211; Surah Al-Hujuraat: Ayat 12<br />
Mereka ini sentiasa bersangka buruk pada orang lain, terutamanya kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan daripada mereka. Mereka mencari-cari kesalahan orang lain tanpa melihat diri sendiri. Mereka juga menganggap mudah mengenai hal-hal ilmu agama dan melihat orang lain lebih rendah dari mereka.<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik daripada mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. &#8211; Surah Al-Hujuraat: Ayat 11<br />
Mencela diri sendiri juga bermaksud mencela para mukmin yang lain. Orang seperti ini sukar didakwahkan kerana mereka menganggap orang lain semua sama seperti mereka termasuk juga para ilmuwan dan pendakwah. Padahal dalam al-Quran jelas mengatakan orang yang berilmu tidak sama dengan orang yang jahil.<br />
&#8220;&#8230; Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.&#8221; &#8211; Surah Az-Zumar: Ayat 9<br />
Daripada Aisyah r.a., Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Orang yang sangat dibenci Allah ialah orang yang suka bermusuh-musuhan.&#8221; &#8211; Sahih Bukhari: 1915<br />
Kesimpulan<br />
Setelah kita mengenali enam golongan di atas, dapatlah kita memperbaiki diri agar lebih mudah menerima pendapat orang lain dan bertolak ansur sesama saudara se-Islam. Mungkin juga kita tergolong dalam salah satu golongan di atas, tetapi kita tidak menyedarinya selama ini.<br />
Kepada para pendakwah, strategi yang betul diperlukan bagi menarik minat orang ingin didakwahkan agar dakwah itu benar-benar memberi pemahaman kepada penerimanya. Selain itu, isu-isu yang diutarakan juga perlulah lebih segar, iaitu isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan semasa supaya contoh-contoh yang diberikan nampak lebih jelas dan mudah untuk mereka memahaminya.<br />
Hanya kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayanglah kita memohon perlindungan agar terhindar daripada menjadi enam golongan di atas. Kesabaran dalam berdakwah amat diperlukan, janganlah sesekali berputus asa kerana putus asa hanyalah sikap orang kafir.<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang sabar.&#8221; &#8211; Surah Al-Baqarah: Ayat 153<br />
Daripada Mu&#8217;awiyah r.a., Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Sentiasa ada segolongan umatku yang selalu berjuang menegakkan agama Allah Ta&#8217;ala. Mereka tidak akan celaka oleh orang-orang yang menghina atau menentang mereka sampai hari kiamat. Bahkan mereka tetap menang atas semua manusia.&#8221; &#8211; Sahih Muslim: 1873</p>
<p>http://www.iluvislam.com/tazkirah/dakwah/1372-enam-golongan-yang-sukar-menerima-dakwah.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=218&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2011/01/05/golongan-yang-susah-menerima-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GORESAN-KU UNTUK GARUDA</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/30/goresan-ku-untuk-garuda/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/30/goresan-ku-untuk-garuda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 04:39:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Kenang2an menyaksikan piala AFF 2010<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=213&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/bkit-jlil-3.jpg"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/bkit-jlil-3.jpg?w=420&#038;h=315" alt="" title="bkit jlil 3" width="420" height="315" class="alignright size-full wp-image-214" /></a>Goresan-ku Untuk Garuda</p>
<p>Hermanto Harun</p>
<p>Seperti tak sadar, euforia bola menggetarkan naluri kebangsaan yang mungkin selama ini nyaris sirna. Sorak sorai kemenangan menghibur sudut sesak kegelisahan seketika. Lagu Garuda menggema mengaburkan penat, letih dan putus asa. Gelora Bung Karno membahana oleh merahnya luatan atribut bangsa dengan simbol Negara di dada. </p>
<p>Garuda! Meskipun saat ini kau belum mengalungkan juara, tapi tegap lehermu masih menjadi punggah optimisme generasi muda. Walaupun kau sempat terhunyuk di kandang di negeri tetangga, tapi tatapan mata mu masih tetap bermakna sejuta asa. Engas nafas mu saat kekelahan masih menyimpan semangat yang menyala. Kucur keringat yang membasahi rupamu, selalu sealir bersama lantunan bait-bait doa dari anak pertiwi sepanjang masa. </p>
<p>Garuda! Bentangan sayap mu yang tak pernah kuncup itu adalah mimpi ribuan pengemis, bahwa negeri ini masih ada. Duri-duri ekormu seolah senjata penggawa rakyat jelata yang siap membela dan berkorban untukmu dimana saja. Cakar kakimu dengan kukunya gagah itu, seakan sedang menakutkan orang, kelompok dan bahkan negara yang menginginkan kau terhina.</p>
<p>Garuda! Walau kau kadang capai terbang, karena ulah penunggangmu yang nista. Membebanimu dengan perilaku picik, dan menunutun mu dengan politik citra. Membuntal kakimu dengan akar  retorika walau harus membunuh rakyatnya yang papa. Para penunggangmu bergelimang harta, berkecamuk merebut kursi istana dan kadang bermesra dengan wanita juwita. </p>
<p>Sementara, mereka yang berkorban untuk mu, rela mati dalam antri tiket untuk menyaksikan lagamu, dan berswadaya membentangkan spanduk wajahmu, hanyalah mangsa. Penunggangmu tidur beralas kasur, sementara penyokongmu berbalut lumpur. Penunggangmu berkenderaan mewah, sementara penyokongmu berjalan dengan tapak lelah. Penunggangmu menyantap makanan lezat,<br />
sementara penyokongmu berebut daging kurban hingga sekarat. Penunggangmu mempunyai rumah bertingkat, sementara penyokongmu menghuni ramah seperti lahat. </p>
<p>Tapi Garuda! Gemuruh nyanyian namamu menyimpan makna, bahwa anak negerimu masih tetap mempunyai cinta. Lirik syairmu seperti semilir air yang masih mengalir menuju telaga naluri rakyatmu yang jelata. Bahkan, suara lagu mu masih mampu mengalirkan syahdu melinangkan air mata. Warna kostum spportermu yang merah, melambangkan nadi dan darah, yang pantang menyerah, maskipun dalam keadaan kalah.                    </p>
<p>Garuda! Tetap lah berlaga dengan penuh wibawa. Kau menang, walaupun belum juara. penggawamu   tetap akan mengabdi, sampai ke titik nadir harga diri. Dari Markus sampai Nasuha, Irfan, Ridwan, Bambang, Okto, Ongki, Arif, Gonzaless, Bustomy sampai Firman Utina. Kami yakin kalian Bisa.</p>
<p>Garuda! Jangan hentikan langkahmu walau setapak, karena kipas sayapmu masih pantas mengepak, selama angin masih berhembus menghalau ombak. Salam cinta dan banggaku kepada Garuda yang pantang di gertak. Wallahu’alam.       </p>
<p>Mahasiswa PhD, Univ Kebangsaan Malaysia.<br />
Kontemplasi di Hentian Kajang, 44-2b, Kajang Selangor. 30-12-2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=213&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/30/goresan-ku-untuk-garuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/bkit-jlil-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bkit jlil 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merahkan Stadion Bukit Jalil</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/22/merahkan-stadion-bukit-jalil/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/22/merahkan-stadion-bukit-jalil/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 17:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Merahkan Stadion Bukil Jalil Hermanto Harun Nampaknya perhelatan laga final sepak bola AFF Suzuki 2010 taggal 26/12/2010 akan berjelan seru. Pertandingan final antara Tim Garuda Indonesia melawan Harimau Malaya Malaysia dalam pertandingan leg pertama di stadion Bukit Jalil akan sedikit menguras emosi. Soalnya, pertandingan ini tidak hanya persoalan laga bola di lapangan hijau, namun juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=207&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merahkan Stadion Bukil Jalil </p>
<p>Hermanto Harun</p>
<p>Nampaknya perhelatan laga final sepak bola AFF Suzuki 2010 taggal 26/12/2010 akan berjelan seru. Pertandingan final antara Tim Garuda Indonesia melawan Harimau Malaya Malaysia dalam pertandingan leg pertama di stadion Bukit Jalil akan sedikit menguras emosi.  Soalnya, pertandingan ini tidak hanya persoalan laga bola di lapangan hijau, namun juga menyentuh sentimen kebangsaan dua negara serumpun yang belakangan ini sering berseteru. Laga bola terasa mewakili deretan emosionalitas perseteruan  kedua negara. Bola seolah menjadi representasi dari persinggungan politik, ekonomi, dan budaya dari kedua rumpun bangsa.</p>
<p>Bagi masyarkat Indonesia di Malaysia, final Ina vs Mly ini seolah injeksi nasionalisme baru. Apalagi dengan kepercayaan diri Timnas yang berhasil menaklukkan Malaysia 5-1 dalam pertandingan semifinal tempo hari di Gelora Bung Karno Jakarta. Pokoknya kita merahkan stadion Bukit Jalil, kita Senayan-kan Bukit Jalil, komentar para mahasiswa Indonesia dari Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). </p>
<p>Ketika Tim Garuda bertarung melawan skuad Azkal Filipina, para mahasiswa UKM dan tenaga kerja berjibun ‘Nobar’ di Restoran Shaker dan Singgalang. Dua kedai makan ini memang sering memberi fasilitas &#8220;Nobar&#8221;, karena pelanggan mereka umumnya para Mahasiswa Indonesia di UKM dan masyarakat TKI di sekitar Hentian Kajang, Malaysia. Semoga Tim Garuda Indonesia sampai ke final, sehingga bisa menghajar tim Malaysia. Begitu umumnya harapan besar mereka.</p>
<p>Gelegar kemenangan Timnas hingga sampai ke puncak laga final melawan Malaysia, sepertinya mensupport getaran nasionalitas anak bangsa di negeri jiran. Seolah derajat harga diri menguat, dan semangat kebangsaanpun seakan melebur dalam tendangan Gonzaless. Rasa optimisme anak bangsa seakan menyatu dengan senyuman Okto di lapangan hijau. bersinergi dengan semangat Nasuha, Bustomi dan Firman Utina, juga tetap bersinergi dengan kearifan Bambang Pamungkas. Walaupun, dipihak Malaysia tetap saja menyela “Ikat sayap Indonesia di Bukit Jalil, kata K Rajagobal, juru latih Tim Malaysia (Utusan online22/12/2010). </p>
<p>Dalam perhelatan final nanti, Pihak Kedutaan Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur menghimbau kepada masyarakat Indonesia di Malaysia, khususnya yang berada di Kuala Lumpur untuk menyaksikan laga final ini. Bahkan, semua Kampus Malaysia yang terdapat Mahasiswa Indonesia, mendapat jatah 1 bus gratis untuk menuju Stadion Bukit Jalil. Wlau tidak mencukupi, tapi demi semangat kebangsaan, mereka tetap akan pergi, bahkan beberapa hari ini, pengurus Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) tambak sibuk mengurus rekan-rekan mahasiswa yang berkeinginan menyaksikan pertndingan laga nanti. Mengingat jatah kursi bagi fans Garuda hanya 15.000 saja.</p>
<p>Antusias masyarakat Malaysia-pun tak kalah gentar. Mereka akan mengirim tujuh puluh ribu fans Tim Harimau Malaya. Bahkan pertandingan final ini akan disiarkan lansung di dua TV Malaysia, TV1 dan TV 2. Karena pertandingan ini mendapat perhatian warga negaraMalaysia dan bukan perlawanan biasa, ungkap Menkominfo Malaysia, Datuk Rais Yatim, di Istana Budaya (IB) Kuala Lumpur. </p>
<p>Tak kurang dari itu, Berita Harian Malaysia juga menyuguhkan judul “Ayo Sikat Indonesia”. ucap Asra, seorang pemain bawah Tim Harimau Malaya. Nampaknya mereka sudah geram dan tak sabar lagi untuk menaklukkan Tim Garuda di Bukit Jalil. Sikap percaya diri Tim Malaysia ini menguat, ketika mereka mampu memulangkan Timnas Vietnam ke Hanoi. Didikan Rajagobal perlu melakukan permainan seperti menghadapi Vietnam, ketika berhadapan dengan Tim Garuda Indonesia. Ujar K Sambagamaran, mantan ketua Tim Malaysia tahun 1996 lalu.</p>
<p>Laga dua tim nasional negara serumpun ini, jelas semakin menghangat dan seru, karena gelinding bola di stadion akan mengarah kepada harga diri anak bangsa. Apatah lagi bagi Indonesia, kemenangan di laga final melawan Malaysia ini setidaknya bisa mengobati kekesalan yang selama ini mengi<a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/garuda.jpg"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/garuda.jpg?w=420" alt="" title="garuda"   class="aligncenter size-full wp-image-208" /></a>ang dalam rasa takut dan kerendahan status sosial. Rasa kerendahan itu nanti semakin sirna dengan kemenagan Timnas dan membahananya lagu Garuda di Dadaku di stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur. Tapi, namanya juga pertandingan bola, sesuai dengan bentuk bola sendiri yang mengelinding bulat, susah ditebak kemana arah gol nya. Yang penting sportifitas tetap terjaga. Dimana bumi dipijak distu langit djunjung, kata pepatah melayu. Hidup Garuda.       </p>
<p>Hentian Kajang, 44-2b, 22-12-2010, jam 1, 25 WM</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=207&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/22/merahkan-stadion-bukit-jalil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/garuda.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">garuda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tugas Akhir Studi al-Quran AS &amp; EI-b</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/21/tugas-akhir-studi-al-quran-as-ei-b/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/21/tugas-akhir-studi-al-quran-as-ei-b/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 13:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Tugas Akhir Semester Mata Kuliah : Studi al-Quran Smstr : 1 (Satu) Tahun Akademik : 2010-2011 Jurusan : AS &#38; EI b Dosen : H.Hermanto Harun, Lc, MHi 1. Sejarah ulum al-Quran Definisi ulum al-Quran, perkembangan, dan kitab apa saja yang mengupas Ulum al-Quran 2. Wahyu Definisi, pembagian, cara wahyu diturunkan, dan jelaskan dalil yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=197&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/muhammad-saw1.gif"><img src="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/muhammad-saw1.gif?w=420" alt="" title="MUHAMMAD SAW"   class="alignright size-full wp-image-202" /></a><strong>Tugas Akhir Semester</strong></p>
<p>Mata Kuliah	 	: Studi al-Quran<br />
Smstr 			: 1 (Satu)<br />
Tahun Akademik 	: 2010-2011<br />
Jurusan			: AS &amp; EI b<br />
Dosen			: H.Hermanto Harun, Lc, MHi</p>
<p>1.	<strong>Sejarah ulum al-Quran</strong><br />
Definisi ulum al-Quran, perkembangan, dan kitab apa saja yang mengupas Ulum al-Quran</p>
<p>2.	<strong>Wahyu</strong><br />
Definisi, pembagian, cara wahyu diturunkan, dan jelaskan dalil yang berhubungan dengan judul tersebut.</p>
<p>3.	<strong>Al-Quran,</strong><br />
Definisi, nama, sifat, dan tujuan diturunkan al-Quran (jelaskan dengan dalil yg berkaitan dg bahasan.</p>
<p>4.	<strong>I’Jaz al-Quran</strong><br />
Definisi, macam-macamnya, dan perbedaan antara mujizat Muhammad dgn Nabi lain</p>
<p>5.	 <strong>Ayat</strong><br />
Definisi Ayat, ayat yang turun pertama, ayat yang turun terakhir, jumlah ayat, jumlah surat</p>
<p>6.	<strong>Ayat Makkiyah</strong><br />
Definisi, jumlah ayat Makkiyah, Karakteristik Makkiyah.</p>
<p>7.	<strong>Ayat Madaniyah</strong><br />
Definisi, Jumlah ayat Madaniyah, Karakteristik Madaniyah</p>
<p>8.	<strong>Ayat muhkamat dan Mutasybihat</strong><br />
Definisi Muhkamat, Mutsyabihat, contoh keduanya</p>
<p>9.	<strong>Pengumpulan al-Quran</strong><br />
Sejarah awal, gagasan dan dinamika serta tujuan</p>
<p>10.	<strong>Rasm Utsmani (mushaf Utsman)</strong><br />
Sejarah, dan pandangan ulama tentang mushaf utsmani</p>
<p>11.	<strong>Nasikh dan Mansukh</strong><br />
Definisi, pembagian, pendapat tentang nasikh mansukh, hikmah dan contoh</p>
<p>12.	<strong>Tafsir al-Quran</strong><br />
Definisi, pembagian, dan perbedaan tafsir dan takwil</p>
<p>Penulisan makalah sesuai ketentuan panduan penulisan Fak Syariah IAIN STS. Minimal 4 buku rujukan, Pembagian judul diserahkan kepada kosma sesuai jumlah mashsiswa. Makalah dikumpulkan sebelum pelaksanaan ujian semester ini. Selamat bekerja dan selalu berdoa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=197&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/21/tugas-akhir-studi-al-quran-as-ei-b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://herman1976.files.wordpress.com/2010/12/muhammad-saw1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">MUHAMMAD SAW</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengais Pengetahuan di Malaysia</title>
		<link>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/17/mengais-pengetahuan-di-malaysia/</link>
		<comments>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/17/mengais-pengetahuan-di-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2010 15:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herman1976</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herman1976.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Mengais Pengetahuan di Negeri Jiran (Malaysia) Agaknya sedikit dari orang Indonesia atau Jambi khususnya, yang merasa “ngeh’ untuk melanjutkan studi di Malaysia. Soalnya, seringkali terdengar celetukan sinis mempertanyakan “kuliah kok ke Malaysia”? Begitulah sesumbar ketus yang banyak terdengar. Namun pilihan studi ke Malaysia agaknya punya ‘rasa’ tersendiri, yang mungkin berbeda dari apa yang dirasakan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=188&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengais<a href="http://herman1976.wordpress.com/2010/12/17/mengais-pengetahuan-di-malaysia/#gallery-1-slideshow">Click to view slideshow.</a> Pengetahuan di Negeri Jiran<br />
(Malaysia) </p>
<p>Agaknya sedikit dari orang Indonesia atau Jambi khususnya, yang merasa “ngeh’ untuk melanjutkan studi di Malaysia. Soalnya, seringkali terdengar celetukan sinis mempertanyakan “kuliah kok ke Malaysia”? Begitulah sesumbar ketus yang banyak terdengar. Namun pilihan studi ke Malaysia agaknya punya ‘rasa’ tersendiri, yang mungkin berbeda dari apa yang dirasakan di dalam negeri.<br />
Namun menurut Abdullah Firdaus, Mahasiswa Program Doktor Filsafat Islam UKM, yang juga berstautus sebagai dosen IAIN STS Jambi, “kuliah di Malaysia mendapat banyak hal, seperti fasilitas pendidikan yang sangat bagus, mulai dari infrastruktur bangunan sampai kerersediaan bahan bacaan, baik buku maupun journal Internasional tersedia di perpustakaan” ungkapnya. Pokoknya kuliah di berbagai kampus Malaysia mendapat banyak nilai tambah, seperti networking yang luas, mengingat banyak mahasiswa asing dari berbagai Negara juga kuliah di Malaysia, seperti pengakuan Samsu, seorang Dosen IAIN Jambi dan kandidat Doktor Pendidikan UKM yang hampir rampung desertasinya.    </p>
<p>Ada banyak pengalaman yang menarik untuk diikuti dalam menapak pengetahuan di Malaysia. Para mahasiswa yang S1 (degree), mereka diharuskan untuk tinggal di college (asrama) yang telah disediakan di dalam kampus. Namun untuk mahasiswa Pascasarjana (S2 &amp; S3), boleh tinggal di asrama atau ngontrak aprtemen di sekitar kampus. Untuk mahasiswa pascasarjana asal Jambi misalnya, mereka ngontrak di sekitar Hentian Kajang dan Kajang Utama. Mengingat di sketar ini ada halte bus kampus dan  transportasi umum yang mudah dijangkau. Ngontrak di sekitar ini memudahkan urusan, apalagi bagi saya yang sedang ngejar target selesai semester ini, ungkap Bahren Nurdin, seorang mahasiswa asal Jambi yang sedang berjibaku dengan Tesis Masternya di Jurusan Post Kolonial, Sastra Insggris. </p>
<p>Apasih keunggulan Malaysia dibanding Indonesia dibidang pendidikan? pertanyaan ini sering dilontarkan oleh orang yang belum pernah berkunjung dan mengetahui pendidikan Malaysia. Namun bagi mahasiswa asal arab, seperti Libya, Yaman, Iraq dan Yordania, mereka berargumen, masuknya beberapa Perguruan Tinggi Malaysia di urutan 200-an peringkat internasional. Sebut misalnya, National University of Malaysia (UKM), University of Malaya (UM), dan Sains University of Malaysia (USM) bahkan mengungguli beberapa Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Dengan demikian, uangkap Waled, masahsiswa asal Yaman, tak heran jika puluhan ribu mahasiswa asing setiap tahun mendulang pengetahuan di berbagai Perguruan Tinggi di Malaysia. </p>
<p>Karena itu, mahasiswa asing seperti dari Negara-negara Arab; Yaman, Libya, Sudan, Yordania, Suria, Iraq, bahkan Saudi Arabia dan Mesir menjadikan Malaysia sebagai pilihan alternative tempat menimba pengalaman dan pengetahuan. Walaupun mereka umumnya menggali ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sains dan teknologi. Juga demikian dengan mahasiswa dari Negara lain, seperti Iran, India, Uzbekistan dan Negara-negara Afrika seolah terpesona dengan fasilitas dan budaya akademik di banyak kampus Malaysia.               </p>
<p>Kilau pendidikan Perguruan Tinggi di Malaysia yang memancar dunia global tadi, akhirnya juga memikat tenaga pendidik dari berbagai Perguruan Tinggi dalam negeri untuk menimpa pengetetahuan di negeri Jiran. Sepengetahuan penulis, hampir semua PTN Indonesia memiliki dosen “duta” yang belajar ke beberapa Perguruan Tinggi Malaysia. Mulai dari Syahkkuala Aceh, USU, Unand, UNRI, UNJA, UNSRI, UNILA, UNHAS bahkan UI, ITB dan UGM. Belum lagi dosen dari UIN, IAIN dan Universitas Swasta di tanah air.  </p>
<p>Untuk duta Jambi, ada beberapa mahasiswa yang sedang S1 dan S2 di berbagai College dan Universitas. Namun umumnya, Mahasiswa Jambi merupakan dosen dari IAIN STS, UNJA dan UNBARI yang sedang studi program Ph.D (Doktoral) di National University of Malaysia (UKM), Putra University of Malaysia (UPM), University of Malaya (UM) dan International Islamic University of Malaysia (IIUM).</p>
<p>Ada banyak ragam disiplin ilmu yang dituai oleh putra daerah Jambi di Perguruan Tinggi Malaysia, seperti Ruli A Roni, mahasiswa Program Doktor UM,  Amsori Moh Das yang mengambil Doktor bidang Tehnik, Sofia Amin, kandidat Doktor ekonomi dan Izzat M Daud di program Doktor, kajian Sastra Arab. Ada banyak lagi kawan-kawan yang berkecimpung dibidang keilmuan selain tadi, seperti Pendidikan, Sosial &amp; Politik, Hukum dan Hubungan Internasional.</p>
<p>Pada umumnya, mahasiswa Jambi di Malaysia sibuk dengan urusan kuliah dan pendidikan masing-masing. Akan tetapi juga sering berkumpul dan bercengkrama di ruang perpustakaan kampus, bagi yang kebetulan sama kampusnya. Dan, kadang juga berkumpul di apartemen salah seorang mahasiswa Jambi dengan wadah Ikatan Mahasiswa Jambi Malaysia (IMJM). Wadah ini semula menjadi ruang untuk berdiskusi dan berbagi, baik yang kaitan dengan persoalan studi maupun sharing tentang kondisi daerah Jambi, terutama sebagai responsibilitas terhadap berbagai peristiwa politik dan sosial di ranah kelahiran.    </p>
<p>Selain cengkrama tentang berbagai persoalan yang menyangkut studi dan organisasi, diskusi kecil juga sering terjadi ketika diantara sahabat Jambi yang sedang menghadapi “krisis keuangan” dan persoalan pribadi lainnnya. Karena, tidak semua mahasiswa Jambi di Malaysia yang memiliki donasi dana yang berkecukupan, bahkan banyak diantara mereka yang kuliah sambil mengais rejeki untuk kelanjutan studi. Bekerja di hotel, guru privat, pekerja restoran dan mengajar di kampus menjadi kerja sampingan yang dilakoni oleh “kanti-kanti” Jambi, demi mewujudkan impian dan cita masa depan.</p>
<p>Kadang sambil ngumpul, kita masak bersama dengan lauk yang khas Jambi, seprti tempoyak, sambal jengkol dan rebus pucuk singkong. Dalam suasana makan yang renyak dan lahap tersebut, kita semua sering bergumam, mengapa posisi Negara kita sangat kontras dengan kondisi mahasiswa tempatan Malaysia. Mereka mendapat subdisi, beasiswa dan tunjangan sepenuhnya dari Negara, sehinnga kualitas dan keseriusan mereka dalam menempa pengetahuan sesuai dengan cita dan obsesi bangsanya. Selain itu juga, Negara Malaysia melakukan demo identitas dengan basis Melayu dengan berciri khas budaya, adat dan agama. </p>
<p>Lebih dari itu, Malaysia tidak ingin lagi terjebak dalam dikotomisasi pengetahuan, antara pendidikan Islam dan sains Barat. Malaysai tidak lagi selalu berwacana, namun sudah meralisasikan teori Ismail Raji al-Faruqi dan Naqieb al-Attas. Nah, kalau kata? Ya baru sebatas lahap makan tempoyak, dan yang penting perut kenyang! Seloroh kawan-kawan sambil menikmati kelahapan makan bersama. </p>
<p>Kontributor JE Malaysia:<br />
Hermanto Harun. Mahasiswa Ph.D, National University of Malaysia, asal Jambi. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herman1976.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herman1976.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herman1976.wordpress.com&amp;blog=5184976&amp;post=188&amp;subd=herman1976&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herman1976.wordpress.com/2010/12/17/mengais-pengetahuan-di-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5b0d6dacd86e88865c97972d19bede0b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herman1976</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
